Sistem Informasi Desa — 9 Deployment dari 1 Codebase
Sembilan desa belum punya website resmi sama sekali — informasi publik masih berjalan lewat papan pengumuman. Satu codebase yang di-deploy sembilan kali, bukan sembilan salinan, supaya satu orang tetap sanggup merawat semuanya.
Platform CMS digitalisasi desa: profil, berita, agenda, galeri, APBDes, data penduduk, dokumen dan produk hukum, potensi desa, layanan administrasi, hingga kanal pengaduan warga. Digunakan sembilan pemerintah desa, masing-masing dengan database dan domain sendiri, dari satu basis kode yang sama.
Studi Kasus
- Peran
- Fullstack Web Developer
- Durasi
- 2 Bulan
- Ukuran tim
- 2 orang
Overview
Sistem Informasi Desa adalah portal web dan CMS administrasi yang dibuat untuk pemerintah desa serta masyarakat yang membutuhkan akses informasi publik.
Proyek menggunakan satu basis kode untuk 9 website desa yang berjalan secara terpisah pada cPanel. Masing-masing situs menggunakan struktur aplikasi yang sama, tetapi memiliki database, domain, identitas, konfigurasi, dan media sendiri.
Masalah
Informasi desa tersebar dalam berbagai kategori seperti profil wilayah, struktur pemerintahan, berita, transparansi anggaran, produk hukum, UMKM, kontak, dan layanan pengaduan.
Pengelola desa membutuhkan satu panel administrasi untuk memperbarui seluruh informasi tersebut tanpa harus mengubah source code.
Sistem juga harus dapat digunakan kembali untuk beberapa desa tanpa mencampurkan data, akun, konfigurasi, dan media masing-masing website.
Solusi
Sistem dibangun menggunakan Laravel dan Vue dengan pendekatan satu basis kode yang dapat digunakan pada beberapa website desa. Setiap website memiliki database, domain, konfigurasi, dan media sendiri sehingga data antardesa tetap terpisah. Panel admin Voyager digunakan agar pengelola desa dapat memperbarui konten tanpa perlu mengubah kode aplikasi.
Arsitektur
Frontend publik menggunakan Vue 3 yang mengambil data melalui REST API Laravel, sedangkan sisi administrasi menggunakan Voyager untuk mengelola konten, role, permission, dan media. Setiap website dijalankan sebagai instance terpisah pada cPanel dengan konfigurasi dan database masing-masing.
Hasil
Satu basis kode berhasil digunakan pada 8 website desa terpisah. Sistem menyatukan kebutuhan informasi publik seperti profil desa, berita, APBD, produk hukum, UMKM, dan layanan pengaduan dalam satu platform yang dapat dikelola melalui CMS.
Pelajaran
Proyek ini memberikan pengalaman dalam merancang aplikasi yang dapat digunakan ulang pada beberapa deployment tanpa menggunakan arsitektur multi-tenant. Saya juga belajar pentingnya memisahkan source code, konfigurasi, database, dan media agar setiap deployment tetap terisolasi dan lebih mudah dikelola.
Menurut saya format ini lebih cocok untuk case study portfolio karena recruiter bisa memahami konteks teknisnya dalam beberapa detik tanpa membaca dokumentasi panjang. Bagian deployment diagram dan detail seperti BREAD, Eloquent, atau struktur /api/v1 cukup ditampilkan jika memang ada section khusus